18 Mei 2010

Menikah Atau Tidak ?











Menikah atau tidak?

Pertanyaan tersebut biasanya menjadi momok besar buat banyak orang. Butuh kesiapan fisik, mental, materi, juga kesediaan memegang erat komitmen seumur hidup untuk mengatakan, “Yes, I do.

Keputusan menjadi seorang perumah tangga atau tetap sendiri dengan berbagai alasan merupakan sebuah pilihan pribadi. Tidak ada yang berhak untuk protes atau mencampuri keputusan tersebut. Yang perlu disadari adalah konsekuensi dari masing-masing pilihan tadi.

Dengan memiliki pasangan hidup, kita akan punya pendamping di sisa umur kita. Ada tempat bersandar di kala sedih, penat, dan kecewa. Ada tempat berbagi kasih sayang, juga masalah hidup. Bersama mencari jalan untuk menyelesaikan. Memenuhi kebutuhan biologis secara sah, memperoleh buah cinta penerus keturunan. Saling merawat di saat sakit atau sekedar memeluk dan menggenggam tangan kita saat membutuhkan.

Tantangan yang dihadapi juga besar. Menyatukan dua pribadi dari latar belakang keluarga yang berbeda menjadi satu , tidaklah gampang. Ada pernikahan yang dimulai dengan cinta kedua belah pihak, cinta sepihak, perjodohan, bahkan karena motivasi lain (misalkan: untuk memperoleh materi lebih). Tapi itu bukan jaminan bahwa yang satu akan berakhir lebih langgeng dibanding yang lain. Tidak ada perkawinan yang berjalan mulus. Problem ekonomi, kesehatan, anak, keluarga dari kedua belah pihak, sampai orang ke-3, ke-4, dst. bisa menjadi kerikil dan batu sandungan. Kesetiaan kepada komitmen menjadi taruhannya.

Dengan memilih tetap sendiri, banyak hal yang tetap kita miliki. Tidak perlu berbagi dan memperhatikan perasaan pasangan. Bisa tetap bebas bergaul dengan lawan jenis. Mau punya pacar banyak juga nggak ada yang protes. Mau pulang pagi atau menenggelamkan diri dalam tumpukan pekerjaan membangun karier juga oke saja. Tidak perlu mengurus anak atau tidak tidur semalaman kalau ada anggota keluarga yang sakit.

Tapi sebaliknya banyak juga hal yang hilang. Memenuhi kebutuhan biologis secara aman dan sah, memperoleh keturunan sendiri. Perasaan nyaman, pemuasan kebutuhan untuk berbagi dengan pasangan, kehidupan yang lengkap (dalam arti kata membentuk keluarga yang lengkap). Rasa kesepian pasti ada, terutama saat kita memerlukan seseorang di samping kita. Bagaimana pun lelaki dan perempuan akan saling melengkapi sebagai pasangan. Hal di atas tidak berlaku pada seseorang yang memilih tidak menikah karena panggilan untuk melayani Tuhan. Tentunya hampir sama dengan "menikah", ada komitmen yang harus dipegang dari awal.

Banyak literatur yang mengatakan bahwa seorang yang menikah akan berumur lebih panjang dari pada mereka yang tidak menikah. Mungkin perlu diberi catatan tambahan bila pernikahannya tidak penuh masalah hahaha … Hal-hal di atas bisa saja terganti dengan kehadiran sahabat mau pun saudara yang sepaham dengan kita. Namun keintimannya tentu saja berbeda, tidak sedekat dengan pasangan hidup.

Semua sekali lagi berpulang pada diri masing-masing. Apa pun pilihan kita, asal tetap bahagia dan menikmati, kenapa tidak? Hidup tak perlu dibuat rumit. Jadi … bagaimana dengan Anda?

Batam, 18 Mei 2010, 17.15

Sumber gambar : http://dencre.deviantart.com/art/married-91458307

Tidak ada komentar:

Posting Komentar