11 Juni 2010

Ting ...

ting ... tling ... tingting ...
angin bertarian
kelilingi lonceng
sekali dua mencubit mesra
senda gurau bersama tak kenal lelah

ting ... tling ... tingting ...
kalbu resah pun terbuai
irama merayu harmoni nada
balut batin gundah
lukis larik puisi dengan tinta khayalan

ting ... tling ... tingting ...
tak perlu sesali yang tlah terjadi
usah khawatir yang kan terjadi
nikmati saja berdiam di sini
saat ini detik ini

ting ... tling ... tingting ...
lonceng tak henti bisikkan desah sang angin
sapu tangis luapkan asa
bimbang pun sirna tak tinggal setetes
hanya damai tanpa maksud apa

Batam, 11 Juni 2010
- Bie -

Sumber gambar : http://shavingcream66.deviantart.com/art/Artsy-Fartsy-136289368?qj=2&q=boost%3Apopular+in%3Aphotography+wind+chimes&qo=542

06 Juni 2010

Perang Itu

Tubuh-tubuh tak lengkap berserakan
Merah berlumur darah
Hitam berjelaga amunisi
Membusuk penuh dendam

Perang tak peduli siapa dirimu
Terpaksa jadi binatang
Pertahankan nyawa tersisa

Tak ada benar atau salah
Yang ada bertahan hidup atau mati nelangsa
Tak ada hukum, tak ada Tuhan

Kata orang, perang ajarkan banyak
Tetap pertahankan kemanusiaan
Atau menyerah berubah jadi binatang
Tak ada yang bisa disalahkan
Semua hanya usaha bertahan

Kalau kau bilang ...
Mereka kejam, tlah perkosa dan bunuh wanita
Juga anak-anak tak berdosa
Apa kau bisa jamin
Mereka sendiri juga tidak mengalami?

Hujat menghujat tak selesaikan masalah
Hanya menebar panasnya bara
Tutup saja mulutmu, jangan teruskan !

Perang kita dengan nafsu keinginan sendiri
Tak berhubungan dengan mereka
Apa diri ini sudah paling benar dan sempurna ?
Jawab dalam hati, tak perlu ucapkan

Harusnya bersyukur tak harus terlahir
Dalam situasi yang mereka alami
Siapa pun tak ingin terjebak di sana
Harus pegang senjata
Hidup penuh khawatir
Tak punya tempat tinggal
Melihat satu persatu
Sanak keluarga dan teman gugur
Tak selamat dari sakit karna tak ada obat

Semoga berkat karma baik
Yang telah mereka lakukan
Kedamaian segera tercipta
Doaku sertai mereka ...

Batam, 6 Juni 2010
- Bie -

Sumber gambar : http://evile33.deviantart.com/art/Peace-137082718?q=boost%3Apopular+in%3Aphotography+heart+peace&qo=196

03 Juni 2010

Sudah Padam Api Itu

Hatiku lelah
Hampa tak bertuan
Segelap malam tak berpoles bintang

Kugigit bibir bertetes darah
Rasa asin itu merah
Merambang luka di dada

Tak sudi teriak
Tak guna bicara
Tertawai saja tarian pikir

Sungguh bodoh
Biarkan rasa
Pegang kuasa

Mata cinta itu tajam
Merayu penuh sanjung
Sekaligus belah hancur hatiku

Aku capai sudah
Tak mau bernyanyi lagi
Kututup buku aduan ... dini hari

Batam, 3 Juni 2010
- Bie -

Sumber gambar : http://tantawi.deviantart.com/art/It-s-easy-77672537?qj=1&q=boost%3Apopular+in%3Aphotography+turn+off&qo=322

31 Mei 2010

Pakne, Sikilku Dicokot Ulo !!! (Pak, Kakiku Digigit Ular !!!)











"Makkk, mana yang sakit?" tanya terbentuk dalam mata bulat polos itu. Dengan lugu kauambil segelas air buatnya. Perempuan itu hanya tersenyum tanpa jawab di bibir. Lidah itu mulai kelu, rahangnya kaku tak bisa dibuka. Tangan-tangan mungil bocah laki-laki itu masih terus memijit. Sesekali dia berlarian ke sana ke mari sambil bermain dorong-dorongan kursi, dan melempar senyum. Hatiku pedih melihatnya. "Kau tak tahu, Nak. Ibumu sedang berjuang menyabung nyawa, berusaha melawan bisa ular yang sudah mulai tersebar dalam tubuhnya."

Ibu si bocah baru saja dibawa ke RS setelah dipatuk ular di belakang rumah. Dia baru pulang dari Mesjid untuk sholat tahajud. Mungkin karena tak ada penerangan, tak sengaja diinjaknya si ular hitam. Suaminya sempat mengkop luka gigitan di kaki kiri dan mengikat dengan kain di betis. Saat datang, kaki kiri tersebut sudah mulai membiru sebatas pergelangan kaki. Setelah memeriksa tanda vital (kesadaran, tekanan darah, frekuensi nadi, suhu, dan pernafasannya) yang masih stabil, kami membersihkan lukanya dengan cermat. Memasukan suntikan antibiotika, anti nyeri, anti tetanus, juga beberapa obat lain sesuai keluhan.

Yang jadi masalah SABU (Serum Anti Bisa Ular) yang sedang kosong se-Batam malam itu. Padahal beberapa hari terakhir ada beberapa kasus gigitan ular. Memang sih kasus tersebut biasanya jarang terjadi, tapi kalau sudah begini??? Sudah sejak awal kami menerangkan ke pasien dan keluarga, perihal kekosongan antidotum tersebut. Semua sibuk menelepon ke sana ke mari. Mencari ... mencari ... dan mencari ... Waktu terus berjalan, tapi hasil tetap nihil. Kami menangani semampu yang bisa dilakukan.

Keadaan Si Ibu makin lemah, kesadarannya mulai menurun. Dia mulai tidak bisa menelan air, nafas mulai sesak walau saturasi oksigen (kadar oksigen yang mencapai ujung-ujung tangan dan kaki, dapat diukur dengan alat khusus) ke jaringan masih cukup baik. Segera kami pindahkan ke ruang resusitasi agar dapat dimonitor lebih ketat. Tak berapa lama saturasi O2 makin menurun, sampai harus dipompa nafasnya. Dengan sangat terpaksa, kami memasang ETT (Endo Tracheal Tube, selang yang dipakai untuk mempertahankan jalan nafas) dan membantu kerja nafasnya dengan ventilator (mesin yang membantu mempertahankan pernafasan pasien yang tidak dapat bernafas sendiri secara adekuat). Ibu yang malang tersebut harus dirawat di ICU.

***

Di Indonesia terdapat banyak sekali jenis ular. Ada yang berbisa lemah, seperti ular sapi, ular tali, ular tikus atau ular jali, dan ular serasah. Ada juga yang berbisa kuat, seperti ular cabai, ular weling, ular sendok, dan ular king kobra. Korban gigitan ular terutama petani, pekerja perkebunan, nelayan, pawang ular, pemburu, dan penangkap ular. Kebanyakan gigitan ular terjadi ketika orang tidak mengenakan alas kaki atau hanya memakai sandal dan menginjak ular secara tidak sengaja. Gigitan ular juga dapat terjadi pada penghuni rumah, ketika ular memasuki rumah untuk mencari mangsa berupa ular lain, cicak, katak, atau tikus. Beberapa ular berbisa dapat dikenali melalui ukuran, bentuk, warna, kebiasaan, dan suara yang dikeluarkan saat merasa terancam. Bentuk kepala segitiga, ukuran gigi taring kecil, pada luka bekas gigitan terdapat bekas taring.

Efek toksik bisa ular pada saat menggigit mangsanya tergantung pada spesies, ukuran ular, jenis kelamin, usia, dan efisiensi mekanik gigitan (apakah hanya satu atau kedua taring menusuk kulit), serta banyaknya serangan yang terjadi. Berdasarkan sifatnya pada tubuh mangsa, bisa ular dapat dibedakan menjadi bisa hemotoksik, yaitu bisa yang mempengaruhi jantung dan sistem pembuluh darah; bisa neurotoksik, yaitu bisa yang mempengaruhi sistem saraf dan otak; dan bisa sitotoksik, yaitu bisa yang hanya bekerja pada lokasi gigitan. Gejala dan tanda-tanda yang timbul antara lain adalah tanda gigitan taring (fang marks), nyeri lokal, pendarahan lokal, memar, pembengkakan kelenjar getah bening, radang, melepuh, infeksi lokal, dan nekrosis (rusaknya) jaringan.

Langkah-langkah yang harus diikuti pada penatalaksanaan gigitan ular adalah:

1. Tujuan pertolongan pertama adalah hambat penyerapan bisa, pertahankan hidup dan menghindari komplikasi sebelum mendapatkan perawatan medis di rumah sakit serta mengawasi gejala dini yang membahayakan. Kemudian segera bawa korban ke tempat perawatan medis. Korban harus tenang, bagian tubuh yang tergigit sesedikit mungkin bergerak agar penyerapan bisa ke dalam aliran darah dan getah bening tidak makin cepat; luka gigitan tidak boleh diotak-atik.

2. Bawa korban ke rumah sakit secepatnya

3. Pengobatan gigitan ular
Salah pengertian yang umum terjadi pada pengelolaan gigitan ular. Metode penggunaan torniket (diikat dengan keras sehingga menghambat peredaran darah), insisi (pengirisan dengan alat tajam), pengisapan tempat gigitan, pendinginan daerah yang digigit, pemberian antihistamin dan kortikosteroid harus dihindari karena tidak terbukti manfaatnya.

4. Terapi yang dianjurkan meliputi:
a. Bersihkan luka dengan cairan faal atau air steril
b. Untuk efek lokal dianjurkan imobilisasi menggunakan perban katun elastis dibalutkan kuat di sekeliling bagian tubuh yang tergigit, mulai dari ujung jari kaki sampai bagian yang terdekat dengan gigitan. Seperti membungkus kaki yang terkilir, tidak terlalu kencang agar aliran darah tidak terganggu. Penggunaan torniket tidak dianjurkan lagi.
c. Stabilisasi jalan dan fungsi pernafasan, sirkulasi, dan resusitasi bila kondisi klinis korban jadi tidak stabil, hipotensi berat dan syok, syok perdarahan, kelumpuhan saraf pernafasan, kondisi yang tiba-tiba memburuk akibat terlepasnya penekanan perban, hiperkalemia akibat rusaknya otot rangka, serta kerusakan ginjal dan komplikasi nekrosis lokal.
d. Pemberian suntikan antitetanus, atau bila korban pernah mendapatkan toksoid maka diberikan satu dosis toksoid tetanus.
e. Pemberian suntikan penisilin kristal sebanyak 2 juta unit secara intramuskular.
f. Pemberian sedasi atau analgesik
g. Pemberian Serum Anti Bisa Ular (SABU). Ini hanya diindikasikan bila terdapat kerusakan jaringan lokal yang luas.

***

Berita baik terakhir yang baru kudengar, Ibu korban gigitan ular berbisa tadi sudah dapat bernafas spontan dan dipindahkan ke ruang rawat inap biasa. SABU sudah berhasil didapatkan sediaannya, sedang didrip via infus. Meski hasil terapinya masih belum pasti (berhubung masuknya SABU lama sesudah kejadian), tapi yang penting semua sudah berusaha. Warna biru kehitaman di kakinya juga tidak bertambah lagi. Semoga berkat karma baik yang sudah Beliau lakukan, Beliau bisa sembuh seperti sedia kala dengan seminimal mungkin gejala sisa. Semoga …

Batam, 31 Mei 2010, 21.39

- Bie –

Sumber informasi : http://www.pom.go.id/public/siker/desc/produk/RacunUlarBerbisa.pdf

Sumber gambar : http://jayvoh.deviantart.com/art/King-Cobra-133808246?q=boost%3Apopular+in%3Aphotography%2Fnature+king+cobra+snake&qo=2

28 Mei 2010

Peringatan Trisuci Waisak 2554 BE / 2010











Tiada pesta pora
Tiada perayaan megah
Hanya hening bermeditasi
Bertelut pasrah memuja

Peringati Trisuci Waisak
Lahirnya Pangeran Sidharta
Mencapai Penerangan Sempurna
Serta Parinibanna

Begitu luar biasa
Semua terjadi saat purnama sidhi
Pada bulan yang sama
Hanya berbeda tahun

Merenung ke dalam diri
Mengingat indahnya Sang Tri Ratna
Buddha, Dhamma, dan Sangha
Selalu berlindung kepada-Nya

Sang Buddha yang maha agung
Guru para dewa dan manusia
Sempurna pengetahuan dan tindak-tanduk-Nya
Yang selalu sadar patut dimuliakan

Dhamma ajaran Sang Bhagava
Indah pada awal, tengah, juga akhirnya
Sangat dekat, tak lapuk oleh waktu
Mengundang tuk dibuktikan

Sangha siswa Sang Bhagava
Selalu bertindak baik, lurus, benar
Patut menerima pemberian dan penghormatan
Tempat menanam jasa yang tiada taranya di alam semesta

Semoga dengan bimbingan Sang Tri Ratna
Dapat berusaha melatih diri
Kendalikan pikiran, ucapan, perbuatan
Agar dapat menuju pantai seberang

Selamat Hari Raya Waisak 2554 BE / 2010
Sabbe satta bhavantu sukkhitata
Semoga semua makhluk hidup berbahagia
Sadhu ... sadhu ... sadhu ...

- Bie -

Keterangan istilah :
Penerangan Sempurna : tingkat kesucian tertinggi dalam agama Buddha
Parinibanna : wafatnya seorang Buddha
Purnama sidhi : bulan purnama
Sang Bhagava : Yang Terberkahi
Pantai seberang = Nibanna : Kesunyataan Abadi, tidak dilahirkan, tidak termusnah, ada dan tidak berubah. Berhubung di agama Buddha, kami percaya akan reinkarnasi (kelahiran kembali yang akan selalu terjadi selama ada nafsu keinginan)
Sabbe satta bhavantu sukkhitata : semoga semua makhluk hidup berbahagia
Sadhu : semoga

Sumber gambar : http://trishvandenberg.deviantart.com/art/Give-with-your-Heart-121367928?q=boost%3Apopular+in%3Aphotography+buddha&qo=67

27 Mei 2010

Kisah Kupu-Kupu Kertas








Berhenti di satu titik
Alpa bercinta dengan bayangnya
Letih hati terombang-ambing
Melunglai tertunduk lesu

Kupu kertas wakilkan hati
Tampung megahnya kesah
Gurat lurik sayap terhias
Semua warna pun dituang

Tapi mengapa ...
Bukan tenang di ujung menanti
Seolah tak rela lepaskan
Tak sanggup berhenti ... tanpanya

Kupu kertas itu meluap
Terbang bebas ke mana suka
Sebagian diam tertinggal
Tak bisa pergi dari hati

Terlukis dirinya di sana
Bernoda bulir air mata
Tak sanggup kepakkan sayap
Sembab melayu basah

Batam, 27 Mei 2010, 15.45
- Bie -
... melengkapi melownya suasana mendung sore ini ...

Sumber gambar : http://ariagne.deviantart.com/art/Things-I-ll-never-say-86601795?qj=3&q=boost%3Apopular+in%3Aphotography+butterflies+love&qo=732

25 Mei 2010

Karat Dalam Jiwa

Malam tlah bentang rupa
Raut jenuh tak juga hilang
Selimuti gelisah hati
Merangsek kuasai pikir

Bilur emosi menghias raga
Teriakan jiwa bahana langit
Gemertak jejak tegasi bumi
Berontak merobek waktu

Kaki terikat berakar di sini
Hati terbang langlang buana
Sungguh bosan mengulik hidup
Begitu saja hari perhari

Lelah sembunyi di sebalik
Segala topeng coreng moreng
Sampai petang membunuh fajar
Dingin bekukan jiwa ... pasti

Aku berkarat di sini
Tak bisa pulang ke pelukan
Diri mereka yang kusayang
Berkalpa terasa resahnya

Batam, 26 Mei 2010, 00.18

- Bie -

Sumber gambar : http://dinemiz.deviantart.com/art/behind-the-mask-III-114012392?qj=3&q=boost%3Apopular+in%3Aphotography+mask&qo=794