Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan

13 Juli 2010

Mental Dewasa










Bila hidup begitu berharga
Mengapa ada yang menyia-nyia
Hilang asa tenggak racun serangga
Tak peduli nyawa janin tak berdosa
Sudah menjelang sapa dunia

Bila hidup begitu berharga
Apa hak kita membuat jadi pendek
Tenggak minuman keras dan narkoba
Melacur demi kepuasan sesaat
Bangga berpose mengabadikannya
Jatuh martabat saat semua terbongkar

Mengapa begitu banyak manusia pandir tak berotak
Bertindak tanpa berpikir
Berlaku serupa binatang
Tapi mengaku diri manusia

Nasib kita bergantung pilihan kita
Penuhi pikir dengan cinta kasih atau dendam amarah
Perilaku santun atau biadab
Bertutur kata tentang kebenaran atau bualan dusta
Semua pilihan ada konsekuensinya

Tak usah salahkan Tuhan Pemberi Hidup
Tak usah salahkan setan penggoda iman
Tak usah salahkan keadaan
Semua keputusan tetap berakhir di tangan sendiri

Mengapa tidak belajar
Jalani sisa hidup lebih bertanggung jawab
Bukan hanya fisik reot merenta
Mental harusnya makin dewasa
Kini saat belajar usah ditunda
Kau, aku, kita semua
Agar layak disebut manusia

Batam, 9 Juli 2010
- yi mei -

Sumber gambar : http://www.facebook.com/photo.php?pid=2996602&id=238273379393

02 April 2010

Kisah Si Jambon dan Si Ungu






Dulu hatiku selalu berwarna merah
Sampai suatu saat dia berubah menjadi ungu
Untuk waktu yang cukup lama

Suatu hari kamu datang dalam hidupku
Dengan membawa hati jambonmu
Kau mengusik hati unguku
Sekarang dia jadi berubah
Uhhh plin plan abis deh pokoknya

Ikutan jambon waktu mengingat kenangan manis bersamamu
Menjadi biru saat sedih memikirkanmu
Menjadi maroon saat terbakar api cemburu
Kuning keemasan saat tak sabar ingin menemuimu
Menjadi transparan saat malu berada di hadapanmu
Putih kehijauan saat merasa dicuekin olehmu
Merah meradang saat kau buat marah
Warnanya selalu berubah seperti bunglon

Kamu tahu, yang lebih aneh lagi
Sekarang dia juga memiliki sayap-sayap kecil yang sangat rupawan
Dia bisa menghilang tiba-tiba dan muncul kembali sebelum orang lain menyadarinya
Hati unguku jadi sering senyum-senyum sendiri
Kadang melamun sampai terantuk sesuatu tanpa sadar
Sesekali nggak nyambung kalau diajak bicara
Jadi suka dandan dan lebih rajin mandi
Kepalaku pusing melihat tingkahnya

Semuanya karena kehadiran hati jambonmu
Ck ck ck ... efeknya sungguh luar biasa
Memangnya sudah kauapakan dirinya?
Kamu nggak handsome, biasa aja tuh
Kamu juga bukan orang yang kaya ...
Hmmm ... sebentar, coba kutanya dulu padanya ya

*Kasak kusuk bentar sama Si Ungu, sambil manggut-manggut, menaikkan alis sebelah ala The Rock. Catet sana sini, sambil melap keringat di dahi.*

Bocorannya gini ...
Si Jambon nih katanya baik dan tulus
Pintar, pemikiran dan bicaranya berisi
Selalu profesional dan konsekuen sama janji
Dia pendengar yang baik dan sabar untuk setiap cerita dan keluh kesah orang sekitar
Tahu kapan harus jadi pengamat, kapan harus berpendapat
Selalu bisa membuat Si Ungu tertawa, sedongkol apa pun hatinya
Tuh yang bikin Si Ungu kagum sama dia
Tuh yang bikin Si Jambon keren banget di matanya

So, what's next?
Ya mboh, emang gue pikirin
Tanya aja sendiri sama dua hati itu
Aku kan bukan babysitter-nya ... xi xi xi ...

Batam, 3 April 2010, 06.30
...cerita iseng menjelang pagi...

Sumber gambar : http://fridaythe13th.deviantart.com/art/tRue-Love-is-a-Potion-146922966

15 September 2009

Jangan Sakiti Ani


http://rlv.zcache.com/broken_hearted_bunny_pink_postcard_art-p239711781127686838qibm_400.jpg


* Di RS *

Tubuh mungil itu terbaring di salah satu ranjang observasi di UGD sambil memeluk Si Pinky, boneka kelinci kesayangannya. Tatapannya kosong, mulutnya terkatup rapat, dengan ekspresi yang datar. Gadis cilik ini baru berusia enam tahun. Hari ini banyak peristiwa sudah dialaminya. Peristiwa yang akan selalu membekas di benak dan hati yang tanpa dosa itu sampai akhir hayatnya. Seorang lelaki dewasa tak bertanggung jawab, sudah menodai kemurniannya. Tubuh itu koyak, diperlakukan semena-mena. Dia datang ke UGD dengan digendong Bapaknya. Ekspresi tegang, penuh kekhawatiran menghiasi wajah-wajah pengantarnya.


* Di Rumah Ani *

Hari itu ada Om yang 'baik hati' menawari es krim, dan mengajak Ani berjalan-jalan. Saat itu dia sedang bermain di halaman dengan Eki, teman sebaya yang juga tetangga rumah. Dua gadis cilik ini memang sudah mulai libur sekolah. Ayah sedang bekerja dan Ibu sedang berbelanja ke pasar. Di jam-jam seperti itu memang perumahan tersebut dalam keadaan sepi. Eki sudah melarangnya ikut Om yang tidak dikenal tersebut, tapi Ani tidak peduli. "Om bilang, aku akan diajak menyusul Ibu ke pasar".

Sepulang Ibu Ani dari pasar, dia hanya melihat Eki bermain sendirian di depan rumah. Eki langsung melaporkan kalau Ani tadi diajak Om-Om, katanya mau menyusul Ibu ke pasar. Wah jerit histeris langsung keluar dari mulut Ibu, dengan panik dia berusaha mencari ke setiap sudut perumahan tersebut. Tidak ada yang tahu ke mana perginya Ani. Pencarian dilanjutkan dengan bantuan warga sampai ke pelabuhan, takut Ani sudah dibawa menyeberang ke pulau lain. Tetap gadis cilik ini tidak terlihat batang hidungnya.

Hari sudah menjelang sore, ketika salah seorang tetangga secara tak sengaja melihat Ani berjalan sendirian, sambil tertatih-tatih, menuju ke arah jalan pulang. Tidak ada yang tahu dia dari mana. Ibu dengan berurai air mata dan perasaan lega luar biasa segera menghambur dan memeluknya. "Dari mana aja kamu, Nak, kami semua bingung mencarimu ke mana-mana". Ani menangis sekencang-kencangnya begitu melihat orang-orang yang dikenalnya. Antara bingung, lega, dan haru dia memeluk erat kedua orang tuanya. Tidak sepatah kata pun keluar dari mulutnya ketika semua berebut menanyakan apa yang telah terjadi padanya.

Kepanikan kembali terjadi saat tiba-tiba Ibu merasa ada sesuatu yang basah dan hangat mengalir di pangkuannya. Astaga !!! Ternyata sesuatu tadi adalah darah yang membasahi rok Ani yang berwarna hitam. Tidak ada yang menyadari, karena tersamarkan warna bajunya. Kejadian tersebut segera dilaporkan ke kepolisian, dan Ani segera dibawa ke RS untuk dilakukan visum.

* Kembali ke RS *

Setelah memeriksa, mengajukan beberapa pertanyaan, dan mengambil beberapa foto kelainan yang didapat, dr. Susi menemui orang tua Ani. Dengan tenang, dan perlahan, dia menerangkan kepada mereka, apa yang akan dilakukan setelah ini untuk menangani gadis cilik tersebut. Luka yang cukup lebar di kemaluannya, telah membuat perdarahan masih terus berlanjut. Jalan terbaik akan dilakukan penjahitan dan eksplorasi luka di ruang operasi. Juga akan dilakukan pengambilan apusan cairan vagina untuk memastikan adanya tanda-tanda telah terjadinya perkosaan, dan bila diperlukan sampelnya bisa dikirim ke laboratorium dan dicocokkan dengan DNA pelaku kalau tertangkap nanti. Setelah luka Ani sembuh, dia akan dikonsulkan ke seorang Psikolog untuk menyembuhkan trauma psikisnya.

............................................................................................................

Kejadian seperti di atas sebenarnya sudah berulang kali terjadi di sekitar kita. Kita bisa mendengar dan membacanya di berbagai media. Tidak salah kalau hal ini membuat kita sebagai orang tua menjadi semakin paranoid saja dari hari ke hari. Anak-anak harus selalu diingatkan 'Don't talk to a stranger and trust no body!!!' Semakin banyak orang-orang dengan kelainan jiwa seperti ini berkeliaran di lingkungan kita. Apa ini dikarenakan hukuman yang dijatuhkan bagi pemerkosa kurang berat ya? Kalau hukumannya langsung dikebiri mungkin akan membuat pelaku lebih berpikir panjang sebelum melakukannya.

Anak adalah karunia Tuhan. Jangan sampai malaikat kecil tidak berdosa itu disakiti oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sudah sepatutnya kita menjaganya dari ancaman-ancaman buruk dari orang-orang tersebut. Kalau bukan kita, siapa lagi ???

Batam, 16 September 2009, jam 11.58
... cerita di atas diilhami dari sebuah kasus yang kutemui di RS, nama tokoh dan ceritanya fiksi belaka ...