Tampilkan postingan dengan label As An Artist. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label As An Artist. Tampilkan semua postingan

15 Juli 2017

NOSTALGI PENARI

Art, Ballet and Dance Photographer Vadim Stein on Orms Connect Photography Blog South Africa
Sumber Gambar : https://www.ormsdirect.co.za/
rindu kulalu 
saatsaat belajar 
mengeja nada

bangun sandi 
gubah mimpi 
jadi tarian sufi

padu padan 
mimik paras 
menabur rasa

sedih senang 
lahir mati 
tenggelam terbit

menyatu lekat 
diriku situ 
bukan lagi aku

saat itu ... yi mei, 06 jan 17

LE CHEF D'ORCHESTRE

Image result for condactur baby photography
Sumber Gambar : http://www.rightthisminute.com/
jemariku menari di udara 
penuh semburai nada 
naik turun hanyut semampai

keningku terkerut merut 
mengejar nada tinggi 
dari sang penyanyi utama

denting piano mengiring 
kubentuk rangka simfoni 
nafas penonton terhenti jenak

terpukau geli, 18.05.16 
yi mei

AKHIR KATA


Sumber Gambar : https://memyselfandela.wordpress.com/








satu satu kutata hati
memosisikan angan
tuk jadi kenyataan
 
satu satu kuselesaikan arahan 
memosisikan solusi 
tuk jadi fondasi


waktunya selesa 
mengistirahkan cpu alam 
yang sudah berhari berasap


sudahi tuk hari ini 
menyusup ke dalam 
buaian mimpi


besok kembali teruskan perjuangan ...


mapan, 03.05.16 yi mei

11 Januari 2011

The Spell of A Night Dancer














Senandung hatiku merayu bulan
Melafal nada-nada berbintang
Menatanya di tepi jendela malam

Lembayung windu rancak menari
Mainkan selesa rintik anak rambut
Kuterpejam di pelukan mimpi

Mengikuti dansa-dansi kaki langit
Tak berhenti berputar melantai melompat
Sampai mentari ufuk timur bersuar
Menjalakan kemilau selimut emas

Sudah saatnya tuk kembali
Akhiri cipta tarian cinta
Tersenyum lelap dalam buaian
Sleeping beauty ...

Batam, 6 Januari 2011, 02.00
... yi mei ...

Sumber gambar : http://sophie1324.deviantart.com/art/Sunset-Dancing-95907026?q=boost%3Apopular+in%3Aphotography+night+dancer&qo=284

07 November 2010

Tarian Hujan












Melantai bersama angin
Lincah tapaki tangga-tangga mega
Dalam derai rintiknya semusim

Riuh musik penabur suka
Riang di antara kaki-kaki telanjang
Menggelinjang gelitik bumi

Dedaun dan bunga gugur berserak
Seolah menghuja hormat terkagum
Tepuk tangan pun terdengar tiada henti

Batam, 8 November 2010, 02.10
... yi mei ...

Sumber gambar : http://ophelias-overdose.deviantart.com/art/Moondance-157588845?q=boost%3Apopular+in%3Aphotography+rain+dance&qo=119%EF%BB%BF

29 Juni 2010

Biolaku Berpuisi










Mimik sang angin puisikan kata
Bait-bait rasa lantun terucap
Lenggang ambang bentangan jarak
Meliuk timbul tenggelam terdengar

Gesekan dawai biolaku suar
Bahasakan isi ruang hati
Luapan emosi angkat jiwa terpuruk lara
Sayatan irama arak lembaran mimpi

Alunannya asyik berjingkat melandai
Dansa jemari bertabur di sela dawai
Memeluk nada syahdu yang mabuk
Hanyutkan perih dalam kabut malam ini

Kumpulkan butiran mutiara kata yang terlintas
Biar mengalir penuhi kerontang bejana jiwa
Limpah ruah tak habis sewindu
Tuk sampaikan lamunan sebuah angan

Batam, 29 Juni 2010
- yi mei -

Sumber gambar : http://t4nsu.deviantart.com/art/violin-87057906?q=1&qo=1

28 Maret 2010

Penari













Lenggak lenggokmu ayu
Dalam iringan gamelan mendayu
Diselingi ketipang ketipung
Berbaur alunan merdu seruling bambu

Semua mata tak dapat berpaling
Dirimu berlaku bagaikan maling
Mencuri hati yang memandang pangling
Sawer ditebar ke sekeliling

"Tarik, Mang" serumu manja
Senyum cantik tersungging di bibir merah
Kerlingan matamu buat dag dig dug
Goyang pinggulmu buat nyut-nyutan

Penari oh penari
Berjuang hidup dari panggung ke panggung
Kau hangatkan suasana dengan gemulaimu
Demi mencari sesuap nasi

Batam, 29 Maret 2010, 09.54

Sumber gambar : http://badrus.deviantart.com/art/Maskentanz-104258487

03 Oktober 2009

Batikku ... Cintaku


Aku berasal dari kota apel, Malang, Jawa Timur. Kecintaanku dengan batik pertama kali dimulai saat pelajaran ketrampilan di SMUK St. Albertus (Dempo). Kami diajarkan oleh Pak Didik, guru ketrampilan kami, proses pembuatan batik mulai dari yang paling sederhana sampai yang rumit. Ini salah satu pelajaran kesukaanku saat itu.

Untuk membuat batik, bahan yang diperlukan adalah : media gambar (bisa berupa kanvas, kain, atau kaos), lilin khusus / benang untuk menggambar dan membentuk pola, tentu saja lengkap dengan alatnya, kompor kecil, wajan, panci, dan pewarna kain. Bahan-bahan tersebut dapat dibeli di toko yang khusus menjual alat-alat membatik.

Caranya menggambar pola antara lain dengan :
1. Kuas : Kita bisa membuat berbagai lukisan unik dengannya
2. Cap : Lilin cairnya dicap ke kain, dicetak menurut motif yang diinginkan
3. Jumputan : Ini tidak menggunakan lilin cair untuk menggambar di kain. Gambar di kain dijelujur dengan benang, ditarik, lalu diikat, baru nanti diwarnai.
4. Canting : Motif digambar dengan menggunakan canting. Bentuknya seperti mangkok kecil dengan ujung tempat keluar lilin cair dengan berbagai ukuran. Gagangnya terbuat dari kayu. Kita dapat menggambar garis tipis atau tebal sesuai ukurannya. Derajat panasnya lilin juga berpengaruh ke tebal tipisnya garis pola yang terbentuk, ini dapat diatasi dengan sedikit meniup ujung canting atau memanaskan lilinnya kembali.

Setelah penggambaran selesai, lalu kain diwarnai. Pewarnanya ada yang dari bahan alami maupun buatan (sintetis). Pewarna alami biasanya dari daun-daunan, kunyit, dll. Kadang untuk membuat warna tertentu kita bisa mencampur beberapa macam warna. Hasilnya belum tentu sesuai rencana semula, tapi justru itu keunikannya. Selesai proses pewarnaan, baru kain direbus untuk menghilangkan sisa lilin, dan dijadikan berbagai macam produk. Karya kami dipamerkan di acara pameran seni sekolah. Suatu kebanggaan tersendiri.

Melihat proses pembuatannya yang sungguh tidak mudah, membutuhkan kesabaran dan ketelatenan luar biasa, yang kadang proses sampai berbulan-bulan. Belum lagi risiko kena tetesan lilin atau wajan panas, kena soda api (salah satu bahan campuran untuk mewarnai kain) ... rawan kecelakaan kerja deh hahaha ... Makanya kita harus menghargai usaha dan kerja keras para pembatik dalam menghasilkan sebuah karya yang indah. Sering kulihat di Indonesia, kita kurang menghargai hasil ketrampilan seseorang. Pokoknya maunya dapat yang murah, tidak peduli proses di balik terciptanya suatu produk.

Kalau soal busana batiknya sendiri, dari dulu aku memang suka karena biasanya kainnya adem, nyaman dipakai. Motifnya juga unik banget, sesuai dengan selera etnikku. Tiap daerah punya kekhasan sendiri, sangat dipengaruhi budaya daerah setempat, yang kadang juga terdiri atas campuran berbagai kultur.

Batik merupakan busana pilihan di berbagai pertemuan dan seminar. Apalagi sekarang bentuk busananya juga keren-keren dan modern. Jadi anak muda pun oke juga menggunakannya. Lagi pula dapat dipakai saat santai dan setengah resmi, tinggal pintar-pintarnya kita memadupadankan dengan bawahannya.

Aku bangga dengan batik Indonesia. Kalau bukan kita yang menghargai dan berusaha melestarikan warisan leluhur ini, siapa lagi ? Masak orang luar negeri berbondong-bondong ke negara kita untuk mempelajarinya, malah kita sia-siakan yang sudah di depan mata. Yuk, mulai sekarang lebih rajin memakainya, sebelum budaya kita 'diambil' oleh negara tetangga yang nakal.

Tips buat pemeliharaannya :
1. Sebaiknya bahan batik dicuci dengan bahan pencuci khusus yang bisa didapat di pasaran, shampoo rambut juga bisa dipakai, asal jangan menggunakan detergen. Bahan terakhir akan membuat warna batik lebih cepat pudar
2. Mencucinya sebaiknya dengan tangan, jangan pakai mesin cuci
3. Pengeringan dengan diangin-anginkan, jangan kena sinar matahari langsung
4. Harus dilapisi kain saat disetrika

Selamat hari Batik !

Batam, 3 Oktober 2009,14.20