04 Januari 2010

Hati yang Beku







http://www.darkmesa.com/attachments/la-institucion-mental/7417d1211403413-funny-pictures-cold-heart.jpg


Hatiku tlah beku, hilang rasa
Yang tertinggal hanya benar salah
Hitam putih tanpa kelabu
Ntah sejak kapan ...

Kulupa bagaimana rasa mencinta
Tanpa kehangatan
Tanpa keindahan
Tanpa kerinduan

Kemana perginya duniaku dulu
Yang penuh cinta
Yang penuh mentari
Yang penuh warna pelangi

Hanya rasa sakit yang ada
Dingin sangat dingin
Menusuk mengiris menghunjam
Menghancurkan rasa yang tersisa

Ingin menangis tapi air mata tlah kering
Bagai hidup di dunia antah berantah
Menonton sandiwara kehidupan di sekeliling
Tanpa kenal seorang pun dari mereka


Tidak seharusnya kuberada di sini
Sepi itu tak kunjung hilang
Makin lama bayangku makin kabur
Tak kenal lagi siapa diriku

Apa yang harus kulakukan
Ku tak tahu sungguh tak tahu
Hanya menunggu waktu menyembuhkan
Luka di hati yang tak kutahu sebabnya

Batam, 5 Januari 2010, 03.00

01 Januari 2010

Suatu Siang di Pantai Batam

Riak ombak memecah pantai
Besar kecil, panjang pendek
Hilang timbul, datang dan pergi
Desir angin menerpa wajah
Lancang memainkan anak rambut
Lembutnya pasir putih di sela jemari
Anak-anak membuat istana
Mengumpulkan kerang dalam batok kelapa
Derai tawa canda mereka
Tak peduli teriknya matahari
Membakar kulit mulusnya
Bau khas yang tlah lama tak tercium
Musik alam begitu indah di telinga
Membuat hilang penat di hati
Sungguh terasa kecil diriku saat ini
Di antara kebesaran-Mu ya Tuhan
Semoga keindahan ini masih bisa dinikmati
Oleh generasi penerus kita
Selama kita mau bersama menjaganya
Saat seperti ini tak ternilai harganya

Lokasi Palm Spring Beach Resort
010110 at noon

16 Desember 2009

Surat Buat Sahabatku


Kau datang tak diundang
Tanpa kusadari kau mulai mengisi hidupku
Membuatnya indah dan berwarna
Dengan pesan-pesan pendek dan telepon konyolmu
Cerita mengenai hari-harimu juga milikku
Teman ngobrol yang menyenangkan
Selalu bisa membuatku tertawa
Aku menikmatinya …
Sampai suatu hari kau bilang suka padaku
Kusudah menduganya dari awal
Walau hanya dalam hati kecilku
Perhatianmu lebih dari sekedar sahabat
Aku merasa tersanjung, terima kasih atas cinta tulusmu
Tapi maaf, nggak boleh sayangku
Aku cuma bisa menganggapmu sahabat
Sebagai seseorang yang kusayang, bukan kucinta
Karena statusku sudah terikat
Biar cinta persahabatan yang ada
Lebih langgeng dan tidak akan menyakitkan
Semoga kita bisa mempertahankannya
Saling mengingatkan agar tetap di jalur yang benar
Hanya itu yang kupinta darimu …


14 Desember 2009

Selamat Malam Kawan

Tubuh serasa tak bertulang
Sungguh lelah malam ini
Luluh lantak terdera sehari
Tak sanggup berdiri lagi
Tuk membuka jendela hati
Memandang rembulan nan ayu
Kedip genit sang bintang
Tak sanggup lagi merayuku
Kurindu peraduanku
Tempat kutaruh kepala nan letih
Sejenak kumainkan dawai biolaku
Menghantar tidurmu di hening malam
Selamat malam kawanku sayang
Mimpi indah menyertaimu

Ngantuk

Terbang di antara awan
Melayang berkabut membelah waktu
Suara sekeliling menjadi keras
Tapi tetap tak jelas di telingaku
Menggema seperti dalam air
Celoteh orang, suara denting piring dan gelas
Di batas antara ada dan tiada
Di antara sadar dan tidak
Butuh belaian kafein sekarang
Ada yang berbaik hati kasih ke aku ngga?

Penantian Tak Berujung

Bagai sehelai daun terjatuh di atas air
Terbawa arus tanpa daya
Timbul tenggelam, ke atas ke bawah
Begitu juga hatiku saat ini
Sebentar senang, sebentar sedih
Sebentar bicara, sebentar terdiam
Sebentar merah, sebentar putih
Sebentar menari, sebentar mematung
Kupilih jadi pengamat saja
Mau sampai di mana kaubawa hati ini
Mau terbang ke angkasa
Atau tenggelam ke dasar sungai
Akankah terdengar nada indah
Atau sebaliknya jadi nyanyian sedih
Kudalam penantian tak berujung
Sendiri dalam gelap, menjelang pagi

14 November 2009

Bila Saat Itu Tiba

http://ragaabhinaya.sulekha.com/mstore/ragaabhinaya/albums/default/tears.jpg

“Tidakkk, kenapa dengan anak kita, Pa? “
“Dia tidak mungkin meninggal”
Begitu teriakan seorang ibu di tengah senyapnya UGD-ku sore itu.
Gedebrug … Semua terpaku, waktu serasa berhenti sejenak.
Ibu yang malang itu pun pingsan dengan sukses.
Ramai-ramai digotong ke tempat tidur, kaki ditinggikan, pasang selang oksigen di hidungnya.
Nggak berapa lama sadar, langsung teriak-teriak lagi mamanggil nama anaknya.

*beberapa jam sebelumnya*

Pintu UGD terbuka mendadak.
“Dok, tolong, ada kecelakaan !!!” teriak seorang pria.

Pasien laki-laki, berseragam SMP, usianya baru 14 tahun, datang dalam keadaan tidak sadarkan diri, nafas satu-satu. Tidak tampak luka parah di tubuhnya. Bersih tidak berdarah-darah seperti kecelakaan pada umumnya. Hanya terlihat lecet-lecet kecil di beberapa tempat.

Waktu diperiksa, ternyata ada darah di jalan nafas, segera dibersihkan dengan suction dan dipasang selang nafas dari mulut langsung ke paru. Nadi sangat lemah, jumlah denyutnya kurang dari normal. Tak berapa lama, pasien tersebut henti nafas. Dokter dan perawat melakukan segala cara untuk menyelamatkannya. Pijat jantung, obat-obatan diberikan selama hampir satu jam. Respon tetap tidak ada. Akhirnya dinyatakan meninggal di hadapan perawat.

Kenapa di depan perawat? Ternyata kecelakaan terjadi saat pulang sekolah, dia ditemukan tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan tak sadar kurang lebih 30 menit sejak kejadian. Sampai akhirnya ada seseorang yang iba, mangantarkannya ke RS. Orang tua baru bisa dihubungi setelah pihak sekolah datang. Malangnya nasibmu, Dek. Mungkin terjadi benturan yang sangat keras di kepalanya, yang membuat langsung tak sadarkan diri, henti nafas, dan langsung meninggal tak tertolong.

Orang tua mana yang tidak nyaris gila, mengalami kejadian di atas. Siapa yang harus disalahkan? Tuhan? Yang memberikannya motor? Yang menabrak? Berpisah dengan orang yang dicintai merupakan suatu penderitaan. Tapi siap atau tidak, suatu saat pasti terjadi pada diri kita. Hal ini harus kita sadari sejak awal. Semua makhluk tidak akan terhindar dari proses lahir, tua, sakit, dan mati. Termasuk kita sendiri. Sedih, pasti … but life must go on. Meski kita menangis darah, orang yang sudah meninggalkan kita, tidak akan kembali. Waktu yang akan menyembuhkan luka di hati ...

Batam, 14 November 2009, pukul 18.16